Senin, 03 November 2014

KATA PENGANTAR
                                                                   
         Atas berkat rahmat Allah SWT, yang telah memberikan limpahan hidayahnya sehingga dapat menyelesai makalah ini yang berjudul: Komunikasi Kelompok Versus Dinamika Kelompok.
         Penulisan makalah ini merupakan hasil tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing,selaku dosen yang mengajar mata kuliah Komunikasi Antar Pribadi. Dan kami tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada dosen: Dr. Asep Solihin, MA, selaku dosen pembimbing dalam mata kuliah Komunikasi Antar Pribadi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Dengan adanya penulisan makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua baik itu dalam hal pengetahuan dan wawasan yang luas.
          Dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan, dari itu kami berharap kritikan dan saran dari teman-teman maupun dosen selaku pembimbing dapat memberikan kritikan yang membangun sehingga bisa memperbaiki pembuatan makalah selanjutnya.
          Semoga dengan memahami dan membaca makalah ini yang berjudul komunikasi kelompok versus dinamika kelompok, dapat bermanfaat bagi kita semua dan terutama akan bersifat membangun.


Palangka Raya, 11 Maret 2014







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
B.     RUMUSAN MASALAH
C.     BATASAN MASALAH
D.    TUJUAN PENULISAN
BAB II PEMBAHASAN     
A.    KOMUNIKASI KELOMPOK VERSUS DINAMIKA KELOMPOK
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN
B.     SARAN
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Seiring berjalannya waktu, setiap makhluk akan berubah. Sama halnya dengan kondisi manusia sebagai lakon utama dalam kehidupan ini. Manusia sebagai pelaku komunikasi terbesar di dunia ini.
Berbicara manusia dan kehidupan sosial yang di dalamnya terjadi proses komunikasi, maka seiring perubahan alam, komunikasi pun akan berubah. Berubah sesuai perkembangan zaman atau lebih popular dengan istilah ke-kontemporer-an.
Perubahan-perubahan akan menuntut kita untuk mempelajari lebih intens mengenai perubahan itu sendiri. Hal tersebut dilakukan adalah agar kita lebih memahami mengenai hidup ini. Sama halnya dengan perubahan yng terjadi dalam komunikasi.
Sebagai insane komunikasi, penting kiranya kita mempelajari mengenai fenomena yang terjadi proses perubahan komunikasi dari dulu hingga saat ini. Tujuannya adalah agar terwujudnya komunikasi efektif. Maka dari itu komunikasi antar pribadi sangat penting untuk dibahas dalam makalah yang kami susun karena dengan terciptanya komunikasi antar pribadi maka akan terciptanya hubungan yang akrab antara komunikator dengan komunikan sehingga tujuan yang ingin dicapai bersama akan terwujud.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud Komunikasi kelompok Versus Dinamika Kelompok ?
C.     BATASAN MASALAH
1.      Hanya membahas tentang apa yang dimaksud dengan komunikasi kelompok versus dinamika kelompok.
D.    TUJUAN PENULISAN
Agar kita bisa memmahami dan mempelajari apa itu komunikasi kelompok versus dinamika kelompok,serta agar penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, penulis maupun yang mendengarkan.
BAB II
PEMBAHASAN
                                  
A.    KOMUNIKASI KELOMPOK
Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Dan B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor (2005, h. 149) menyatakan komunikasi kelompok terjani ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya di bawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Lebih mendalam ketiga ilmuwan tersebut menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut:
1. Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka;
2. Kelompok memiliki sedikit partisipan;
3. Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin;
4. Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama;
5. Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain.

Menurut anwar arifin komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat,pertemuan,konfresi dsb.
(anwar arifin,1984). Michael burgoon (dalam wiryanto,2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara 3 orang atau lebih,dengan tujuan yang telah di ketahui,seperti berbagi informasi,menjaga diri,pemecahan masalah,yang mana angota-angotanya dapat mengingat karakteristik pribadi angota-angota yang lain secara tepat.dari 2 definisi di atas mempunyai kesamaan yakni adanya komunikasi tatap muka,dan memliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Menurut Dedy Muliana,kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama,mengenal satu sama lain dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.kelompok ini misalnya adalah keluarga,kelompok diskusi,atau suatu komite yang tengah rapat untuk mengambil suatu keputusan.pada komunikasi kelompok,juga melibatkan komunikasi antar pribadi,karena itu kebanyakan teori komunikasi antar pribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
Kelompok merupakan suatu tugas yang bertujuan memecahkan masalah misalnya,transflantasi jantung atau merancang kampanye politik.
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari 2 atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasai yang di alami.
Dinamikakelompokadalahsuatukelompok yang terdiridariduaataulebihindividu yang memilikihubunganpsikologissecarajelasantaraanggotasatudengan yang laindanberlangsungdalamsituasi yang dialami.
Dinamikakelompokberasaldari kata dinamikadankelompok.Dinamikaberatiinteraksiatauinterdependensiantarakelompoksatudengan yang lain, sedangkanKelompokadalahkumpulanindividu yang salingberinteraksidanmempunyaitujuanbersama.
Dinamika kelompok berasal dari kata dimika dan kelompok. Dinamika berarti interaksi atau interdefendensi antara kelompok satu dengan yang lain,sedangkan kelompok adalh kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama.

Fungsi:
Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:
1.    Membantu kerja sama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup,
2.    Memudahkan pekerjaan,
3.    Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga selesai lebih cepat,efektif dan efisien.salah satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai dengan bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian.
4.    Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan memungkinkan setiap individu memberikan masukan,berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat.
Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup.
Memudahkan pekerjaan.         
Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efisien. Salah satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian.
Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan memungkinkan setiap individu memberikan masukan, berinteraksi, dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat.
Jenis kelompok sosial[sunting | sunting sumber]


Ada usul agar artikel atau bagian ini digabungkan ke Kelompok sosial. (Diskusikan)
Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mengadakan interaksi sosial serta ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada.
BAB III
PENUTUP

A.                KESIMPULAN
komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat,pertemuan,konfresi dsb.
Kelompok merupakan suatu tugas yang bertujuan memecahkan masalah misalnya,transflantasi jantung atau merancang kampanye politik.
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari 2 atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasai yang di alami.

B.    SARAN
Hal yang yang harus diketahui berkaitan dengan komunikasi kelompok versus dinamika kelompok, harus kita jadikan sebagai komunikasi yang baik dan benar dengan orang lain maupun dilingkungan,karena dengan ini kita jadikan komunikasi sebagai hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari dengan orang lain. Komunikasi harus tetap dilestarikan karna tnpa adanya komunikasi seseorang akan tiadak tahu informasi.




DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Anwar, 1984, StrategiKomunikasi: SuatuPengantarRingkas, Bandung: Armico.

Bales, Robert F., 1950, Interaction Process Analysis: A Method for the Study of Small Groups, Cambridge: Addison-Wesley

Curtis, Dan B., Floyd, James J., Winsor, Jerry L., 2005, KomunikasiBisnisdanProfesional, Bandung: PT RemajaRosdakarya


1.      BIOGRAFI KURT LEWIN
 Kurt Lewin lahir padatanggal 9 September 1890 disuatu desa kecil di Prusia, daerah dosen. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg denganmaksudbelajarilmukedokteran, tetapiiasegeramelepaskanidenyainidansetelahsatu semester belajarpsikologipadauniversitas di sana.
a.       Menurut teori ini belajar berusaha mengatasi hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan. Kurikulum sekolah dengan segala macam tuntutannya, berupa kegiatan belajar di dalam kelas, laboratorium, di workshop, di luar sekolah, penyelesaian tugas-tugas, ujian-ulangan dan lain-lain, pada dasarnya merupakan hambatan yang harus diatasi.Menurut Lewin belajar terjadi akibat adanya perubahan struktur kognitif. Perubahan kognitif adalah hasil dari dua macam kekuatan yaitu struktur medan kognitif dan motivasi internal Menurut teori ini belajar berusaha mengatasi hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan.        
b.      Teori Medan Kurt Lewin
Menurut Kurt Lewin perilaku ditentukan oleh totalitas situasi yang melingkupi seseorang. Dalam teori medan, 'lapangan' didefinisikan sebagai the totality of coexisting facts which are conceived of as mutually interdependent (totalitas fakta-fakta yang mengiringi dan dipahami saling tergantung atau terkait satu dengan yang lainnya). Setiap individu berperilaku berbeda sesuai dengan persepsi diri dan lingkungannya bekerja.

2.      Definisi serta Sejarah Munculnya Teori Gestalt
Teorikognitifmulaiberkembangdenganlahirnyateoribelajar gestalt.Teoribelajar Gestalt (Gestalt Theory) inilahir di Jermantahun 1912 dipeloporidandikembangkanolehMerx Wertheimer (1880-1943) yang menelititentangpengamatandan problem solving, daripengamatannyaiamenyesalkanpenggunaanmetodemenghafal di sekolah, danmenghendaki agar muridbelajardenganpengertianbukanhafalanakademis. Sumbangannyadiikutioleh Kurt Koffka (1886-1941) yang menguraikansecaraterperincitentanghukum-hukumpengamatan, kemudian Wolfgang Kohler (1887-1959) yang menelititentang insight padasimpaseyaitumengenaimentalitassimpanse (ape) di pulau Canary.

a.         BilanganAplikasi Teori Gestalt dalam Proses Pembelajaran
Dalam teori Belajar Gestalt, Belajar pada hakikatnya adalah melakukan perubahan struktur kognitif. Selain pengamatan, kaum gestalt menekankan bahwa belajar pemahaman merupakan bentuk utama aliran ini. Maka dalam Proses pembelajaran dikelas harus diterapkan sesuai dengan KonsepteoriGestaltersebut..
b.         Individu memiliki satu atau sejumlah dorongan dan berusaha mengatasi hambatan untuk mencapai tujuan tersebut. Apabila individu telah berhasil mencapai tujuan, maka ia masuk ke dalam medan atau lapangan psikologisbaru yang di dalamnyaberisitujuanbarudenganhambatan-hambatan yang baru pula. Demikianseterusnyaindividukeluardarisuatumedandanmasuk ke medan psikologis berikutnya:
CiriciriutamadariteoriLewin, yaitu :
1)    Tingkahlakuadalahsuatufungsidarimedan yang adapadawaktutingkahlakuituterjadi.
2)   Analisismulaidengansituasisebagaikeseluruhandarimanabagian-bagiankomponennya  dipisahkan.
3)    Orang yang kongkretdalamsituasi yang kongkretdapatdigambarkansecaramatematis.

Psikologi Gestalt bermula pada lapangan pengamatan ( persepsi ) dan mencapai sukses yang terbesar juga dalam lapangan ini. Demonstrasinya mengenai peranan latar belakang dan organisasinya terhadap proses-proses yang diamati secara fenomenal demikian meyakinkan sehingga boleh dikatakan tidak dapat di bantah.


c.         Belajar Dalam Pandangan Teori Gestalt
Belajar pada hakikatnya adalah melakukan perubahan struktur kognitif. Selain pengamatan, kaum gestalt menekankan bahwa belajar pemahaman merupakan bentuk utama aliran ini. Kondisi pemahaman tergantung pada :
1)      Kemampuan dasar seseorang
2)      Pengalaman masa lampau yang relevan
3)      Pengaturan situasi yang dihadapi
4)      Pemahaman didahului oleh periode mencari atau coba-coba
5)      Adanya pemahaman dalam diri individu menyebabkan pemecahan masalah dapat diulang dengan mudah.
6)      Kemampuan dasar seseorang
7)      Pengalaman masa lampau yang relevan
8)      Pengaturan situasi yang dihadapi
9)      Pemahaman didahului oleh periode mencari atau coba-coba
10)  Adanya pemahaman dalam diri individu menyebabkan pemecahan masalah dapat diulang dengan mudah.
d.   Psikologi Gestalt bermula pada lapangan pengamatan ( persepsi ) dan mencapai sukses yang terbesar juga dalam lapangan ini. Demonstrasinya mengenai peranan latar belakang dan organisasinya terhadap proses-proses yang diamati secara fenomenal demikian meyakinkan sehingga boleh dikatakan tidak dapat di bantah.
     Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan teori Gestalt, guru tidak memberikan potongan-potongan atau bagian-bagian bahan ajaran, tetapi selalu satu kesatuan yang utuh. Pengamatan adalah pintu pengembangan kognitif. Beberapa hukum pengamatan dalam teori belajar gestalt adalah :

1)    Hukum Pragnanz, yang mengatakan bahwa organisasi psikologis selalu cenderung ke arah yang bermakna atau penuh arti (pragnanz)
2)    Hukum kesamaan, yang mengatakan bahwa hal-hal yang sama cenderung membentuk gestalt (keseluruhan)
3)    Hukum kecenderungan, mengatakan bahwa hal hal yang berdekatan cenderung berbentuk gestalt.
4)    Hukum ketertutupan, yang mengatakan bahwa hal-hal yang tertutup cenderung membentuk gestalt.
5)    Hukum kontinuitas, yang mengatakan bahwa hal-hal yang berkesinambungan cenderung membentuk gestalt.
6)    Hukum kedekatan, yang mengatakan bahwa yang terdekat merupakan gestal.
                                                                               
3.      BEBERAPA KONSEP DASAR PIAGET
Ada  beberapakonsep yang  perlu  dimengerti  agar  lebih mudah  memahami  teori perkembangan  kognitif  atau  teori  perkembangan  Piaget,  yaitu;
a.       Intelegensi.
Piaget  mengartikan  intelegensi  secara  lebih  luas,  juga  tidak  mendefinisikan secara  ketat.  Ia  memberikan  definis  umum yang  lebih  mengungkap  orientasi biologis. Menurutnya  intelegensi adalah suatu bentuk  ekuilibrium  kearah  mana semua struktur yang menghasilkan persepsi, kebiasaan, dan mekanisme sensiomotor diarahkan. (Piaget  dalam  DR. P. Suparno,2001:19).
b.      Organisasi.
Organisasi  adalah  suatu tendensi yang umum untuk semua bentuk kehidupan guna mengintegrasikan stuktur, baik yang psikis ataupun fisiologis dalam suatu sistem yang lebih tinggi.
c.       Organisasi  adalah  suatu tendensi yang umum untuk semua bentuk kehidupan guna mengintegrasikan stuktur, baik yang psikis ataupun fisiologis dalam suatu sistem yang lebih tinggi.
d.      Asimilasi
Asimilasi adalah proses kognitif dimana seorang mengintegrasikan persepsi, konsep atau pengalaman baru kedalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya.
e.       Akomodasi
Akomodasi adalah pembentukan skema baru atau mengubah skema lama sehingga cocok dengan rangsangan yang baru, atau memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dengan rangsangan yang ada.
f.       Ekuilibrasi
Ekuilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sedangkan diskuilibrasi adalah keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses asimilasi dan akomodasi, ekuilibrasi dapat membuat seseorang menyatukan pengalaman luar dengan stuktur dalamnya.
Carl Rogers adalah seorang psikolog humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prangsaka buruk (antara klien dan trapist) dalam membatu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya.
Menurut piaget, bila anak yang berumur 3 tanun dan 12 tahun diberi bermacam-macam objek dan disuruh membuat klasifikasi yang serupa menjadi satu, ada beberapa kemungkinan yang terjadi.
a.    Bilangan
Menurut piaget, bila anak yang berumur 3 tanun dan 12 tahun diberi bermacam-macam objek dan disuruh membuat klasifikasi yang serupa menjadi satu, ada beberapa kemungkinan yang terjadi..

4.     Biodata Carl Rogers
   Carl Rogers lahirpada 8 januari 1902 di Oak Park Illinois, darikeluarga Kristen protestan yang rajinbekerja. Padawaktu Rogers berumur 12 tahun, keluarganyapindahkedaerahpertanian, daniasenangpadailmupertanian. Roger lulus UniversitasVinconsinhayattahun 1924 denganbelajarilmualamdanilmuhayat. Setelah lulus Universitas Rogers lalumasukke Union Theological Seminary di kota New York, disituiaberkenalandenganpandangan liberal danfilsafat agama. Rogers pindahke Teachers College of Columbia University, dansegeraterpengaruholehajaranfilsafat John Dewey, sertadiperkenalkanpadapsikologiklinisolehLetaHollingworth. Pada tahun 1928 Rogers memperoleh Pengertian Teori Humanisme:
1.      Menurut Carl Rogers Teori belajar Humanisme memandang bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor internal dirinya dan bukan oleh kondisi lingkungan ataupun pengetahuan. Menurut Teori Humanisme adalah aktualisasi diri yang merupakan puncak perkembangan individu. Carl Rogers menyimpulkan tujuan belajar adalah memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik memahami lingkungannya dan dirinya sendirigelar Master dan Aplikasi Teori Belajar Humanisme dalam Pendidikan.
Menurut rogers(2003), dalam proses pendidikan dibutuhkan rasa hormat yang positif, empati, dan suasana yang harmonis/tulus untuk mencapai perkembangan yang sehat sehingga tercapai aktualisasi diri salah satu cara untuk mendeskripsikan pendidikan humanistik adalah dengan melihat apa yang terjadi dikelas. Kirchen baum (1975) melihat ada 5 dimensi yang terdapat dijadikan jalan untuk menjadi kelas yang humanis.
a.    Pilihan dan kendali diri dalam hidupnya.
b.   Siswa diharapkan dengan proses menetapkan tujuan dan membuat keputusan.
c.    Siswa dapat dilatih melalui aktivitas kegiatan belajar.
d.   Belajar yang memungkinkan memiliki pilihan dan kendali dalam merancang masa depan.
e.    Menetapkan tujuan, memutuskan semua tindakan yang dilakukan, dan mempertanggung jawabkan keputusan yang telah diperbuat.

5.     Pengertian Belajar
Skinner (1998) memberikan definisi belajar “ Learning is a process of progressive behaviour adaptation”. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa sebagai akibat dari belajar adanya sifat
a.  Bentuk Teori Skinner
B.F. Skinner (104-1990) berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction) dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan (drill) dan latihan (exercise).
Manajemen kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku (behavior modification) antara lain dengan penguatan (reinforcement) yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan pada perilaku yang tidak tepat.progresifitas, adanya tendensi kearah yang baik dar Perilaku operan adalah perilaku yang dipancarkan secara spontan dan bebas berbeda dengan perilaku responden dalam pengkondisian Pavlov yang muncul karena adanya stimulus tertentu i keadaan sebelumny                                                                                   
b. Prinsip- prinsip belajar skinner
1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika benar diberi penguat.
2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
4. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
5. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Namun ini lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman.
6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebagainya. Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforcer.
7. Dalam pembelajaran, digunakan shaping.
1.      Aplikasi Teori Skinner Terhadap Pembelajaran
1. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis.
2. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat.
3. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
4. Materi pelajaran digunakan sistem modul.
5. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.
6. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
7. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman.
8. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum.
9. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah.
10. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu)
11. Tingkah laku yang diinginkan, dianalisis kecil-kecil, semakin meningkat mencapai tujuan.
12. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan shaping.
13. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan.
14. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine.
15. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Tugas guru berat, administrasi kompleks.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar secara sederhana dikatakan sebagai proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu, terjadi dalam janga waktu tertentu. Perubahan yang terjadi itu harus secara relative bersifat menetap (permanent) dan tidak hanya terjadi pada perilaku yang saat ini nampak (immediate behavior) tetapi juga pada perilaku yang mungkin terjadi dimasa mendatang(potensial behavior). Hal ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa perubahan-perubahan tersebut terjadi karena pengalaman.   
6.  TEORI BANDURA
Albert bandura di lahirkan di Mundare Northern Alberta Kanada,pada 04 desember 1925.pada tahun 1949 beliaumendapatpendidikan di University of British Columbia, dalamjurusanpsikologi.diamemperolehgelar Master di dalambidangpsikologipadatahun 1951,dan setahunkemudianiajugameraihgelarDoktor (Ph,D).padatahun 1964 Albert Bandura di lantiksebagaiprofesordanseterusnyamenerimaanugrah American Psychological Association untuk Distinguished scientific contribution padatahun 1980.
a.       Devinisi Belajar
Menurut kamus umum bahasa indonesia di tulis bahwa “belajar”: berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu,maka belajar merupakan kegiatan atau aktivitas.belajar adalah proses penguasaan perulaku yang di pelajari.


b.      Teori A.Bandura Tentang Belajar
Bandura (1977) menghipotesiskan bahwa baik tingkah laku (B),lingkungan (E) dan kejadian-kejadian internal pada pembelajaran yang mempengaruhi persepsi dan aksi (P) adalah merupakan hubungan yang saling berpengaruh (interlocking), harapan dan nilai mempengaruhi tingkah laku.karakteristik  fisik seperti ukuran,ukuran jenis kelamin dan atribut sosial membutuhkan reaksi lingkungan yang berbeda.
Proses retensisangatpenting agar pengkodeansimboliktingkahlakukedalam visual ataukode verbal danpenyimpanandalammemoridapatberjalandenganbaik.lebihlanjutmenurut Bandura penguasaanreproduksidanmotivasi,tetapijugasangatdipengaruhiolehunsur-usur yang berasaldaridiripembelajarsendiriyakni “sense of self effcacy” dan “self –regulatory system “.sence of self efficacyadalahkeyakinanpembelajarbahwaiadapatmenguasaipengetahuandanketerampilansesuaistandar yang berlaku. Self regulatoryadalahmenunjukkepada:
1.      Struktur kognitif yang memberi referensi tingkah laku dan hasil belajar
2.      Sub proses kognitif yang merasakan,mengevaluasi,dan pengatur tingkah laku kita.dalam pembelajaran sel-regulatory akan menentukan “goal setting “  dan  “self evaluation” pembelajar dan merupakan dorongan untuk meraih prestasi belajar yang tinggi dan sebaliknya.