1.
BIOGRAFI
KURT LEWIN
Kurt Lewin lahir padatanggal 9 September 1890
disuatu desa kecil di Prusia, daerah dosen. Ia adalah anak kedua dari empat
bersaudara, Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin tahun 1905
kemudian ia masuk Universitas di Freiburg denganmaksudbelajarilmukedokteran,
tetapiiasegeramelepaskanidenyainidansetelahsatu semester
belajarpsikologipadauniversitas di sana.
a. Menurut teori ini belajar berusaha
mengatasi hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan. Kurikulum sekolah dengan
segala macam tuntutannya, berupa kegiatan belajar di dalam kelas, laboratorium,
di workshop, di luar sekolah, penyelesaian tugas-tugas, ujian-ulangan dan
lain-lain, pada dasarnya merupakan hambatan yang harus diatasi.Menurut Lewin
belajar terjadi akibat adanya perubahan struktur kognitif. Perubahan kognitif
adalah hasil dari dua macam kekuatan yaitu struktur medan kognitif dan motivasi
internal Menurut teori ini belajar berusaha mengatasi hambatan-hambatan untuk
mencapai tujuan.
b. Teori
Medan Kurt Lewin
Menurut
Kurt Lewin perilaku ditentukan oleh totalitas situasi yang melingkupi
seseorang. Dalam teori medan, 'lapangan' didefinisikan sebagai the totality of
coexisting facts which are conceived of as mutually interdependent (totalitas
fakta-fakta yang mengiringi dan dipahami saling tergantung atau terkait satu
dengan yang lainnya). Setiap individu berperilaku berbeda sesuai dengan
persepsi diri dan lingkungannya bekerja.
2.
Definisi serta Sejarah Munculnya
Teori Gestalt
Teorikognitifmulaiberkembangdenganlahirnyateoribelajar
gestalt.Teoribelajar Gestalt (Gestalt Theory) inilahir di Jermantahun 1912
dipeloporidandikembangkanolehMerx Wertheimer (1880-1943) yang
menelititentangpengamatandan problem solving,
daripengamatannyaiamenyesalkanpenggunaanmetodemenghafal di sekolah,
danmenghendaki agar muridbelajardenganpengertianbukanhafalanakademis.
Sumbangannyadiikutioleh Kurt Koffka (1886-1941) yang
menguraikansecaraterperincitentanghukum-hukumpengamatan, kemudian Wolfgang
Kohler (1887-1959) yang menelititentang insight
padasimpaseyaitumengenaimentalitassimpanse (ape) di pulau Canary.
a.
BilanganAplikasi
Teori Gestalt dalam Proses Pembelajaran
Dalam teori Belajar Gestalt, Belajar
pada hakikatnya adalah melakukan perubahan struktur kognitif. Selain
pengamatan, kaum gestalt menekankan bahwa belajar pemahaman merupakan bentuk
utama aliran ini. Maka dalam Proses pembelajaran dikelas harus diterapkan
sesuai dengan KonsepteoriGestaltersebut..
b.
Individu memiliki satu atau sejumlah
dorongan dan berusaha mengatasi hambatan untuk mencapai tujuan tersebut.
Apabila individu telah berhasil mencapai tujuan, maka ia masuk ke dalam medan
atau lapangan psikologisbaru yang di
dalamnyaberisitujuanbarudenganhambatan-hambatan yang baru pula.
Demikianseterusnyaindividukeluardarisuatumedandanmasuk ke medan psikologis
berikutnya:
CiriciriutamadariteoriLewin, yaitu :
1)
Tingkahlakuadalahsuatufungsidarimedan yang adapadawaktutingkahlakuituterjadi.
2) Analisismulaidengansituasisebagaikeseluruhandarimanabagian-bagiankomponennya
dipisahkan.
3) Orang yang
kongkretdalamsituasi yang kongkretdapatdigambarkansecaramatematis.
Psikologi Gestalt bermula pada lapangan pengamatan (
persepsi ) dan mencapai sukses yang terbesar juga dalam lapangan ini. Demonstrasinya
mengenai peranan latar belakang dan organisasinya terhadap proses-proses yang
diamati secara fenomenal demikian meyakinkan sehingga boleh dikatakan tidak
dapat di bantah.
c.
Belajar Dalam Pandangan Teori
Gestalt
Belajar
pada hakikatnya adalah melakukan perubahan struktur kognitif. Selain
pengamatan, kaum gestalt menekankan bahwa belajar pemahaman merupakan bentuk
utama aliran ini. Kondisi pemahaman tergantung pada :
1) Kemampuan dasar seseorang
2) Pengalaman masa lampau yang relevan
3) Pengaturan situasi yang dihadapi
4) Pemahaman didahului oleh periode
mencari atau coba-coba
5) Adanya pemahaman dalam diri individu
menyebabkan pemecahan masalah dapat diulang dengan mudah.
6) Kemampuan dasar seseorang
7) Pengalaman masa lampau yang relevan
8) Pengaturan situasi yang dihadapi
9) Pemahaman didahului oleh periode
mencari atau coba-coba
10) Adanya pemahaman dalam diri individu
menyebabkan pemecahan masalah dapat diulang dengan mudah.
d. Psikologi
Gestalt bermula pada lapangan pengamatan ( persepsi ) dan mencapai sukses yang
terbesar juga dalam lapangan ini. Demonstrasinya mengenai peranan latar
belakang dan organisasinya terhadap proses-proses yang diamati secara fenomenal
demikian meyakinkan sehingga boleh dikatakan tidak dapat di bantah.
Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan teori Gestalt, guru tidak
memberikan potongan-potongan atau bagian-bagian bahan ajaran, tetapi selalu
satu kesatuan yang utuh. Pengamatan adalah pintu pengembangan kognitif.
Beberapa hukum pengamatan dalam teori belajar gestalt adalah :
1) Hukum Pragnanz, yang mengatakan bahwa
organisasi psikologis selalu cenderung ke arah yang bermakna atau penuh arti
(pragnanz)
2) Hukum kesamaan, yang mengatakan bahwa
hal-hal yang sama cenderung membentuk gestalt (keseluruhan)
3) Hukum kecenderungan, mengatakan bahwa hal
hal yang berdekatan cenderung berbentuk gestalt.
4) Hukum ketertutupan, yang mengatakan bahwa
hal-hal yang tertutup cenderung membentuk gestalt.
5) Hukum kontinuitas, yang mengatakan bahwa
hal-hal yang berkesinambungan cenderung membentuk gestalt.
6) Hukum kedekatan, yang mengatakan bahwa yang
terdekat merupakan gestal.
3.
BEBERAPA
KONSEP DASAR PIAGET
Ada
beberapakonsep yang perlu dimengerti
agar lebih mudah memahami
teori perkembangan kognitif atau
teori perkembangan Piaget,
yaitu;
a.
Intelegensi.
Piaget mengartikan
intelegensi secara lebih
luas, juga tidak
mendefinisikan secara ketat. Ia
memberikan definis umum yang
lebih mengungkap orientasi biologis. Menurutnya intelegensi adalah suatu bentuk ekuilibrium
kearah mana semua struktur yang
menghasilkan persepsi, kebiasaan, dan mekanisme sensiomotor diarahkan.
(Piaget dalam DR. P. Suparno,2001:19).
b.
Organisasi.
Organisasi adalah
suatu tendensi yang umum untuk semua bentuk kehidupan guna
mengintegrasikan stuktur, baik yang psikis ataupun fisiologis dalam suatu
sistem yang lebih tinggi.
c.
Organisasi adalah
suatu tendensi yang umum untuk semua bentuk kehidupan guna
mengintegrasikan stuktur, baik yang psikis ataupun fisiologis dalam suatu
sistem yang lebih tinggi.
d.
Asimilasi
Asimilasi adalah proses
kognitif dimana seorang mengintegrasikan persepsi, konsep atau pengalaman baru
kedalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya.
e. Akomodasi
Akomodasi adalah
pembentukan skema baru atau mengubah skema lama sehingga cocok dengan
rangsangan yang baru, atau memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dengan
rangsangan yang ada.
f. Ekuilibrasi
Ekuilibrasi adalah
keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sedangkan diskuilibrasi adalah
keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses asimilasi dan akomodasi,
ekuilibrasi dapat membuat seseorang menyatukan pengalaman luar dengan stuktur
dalamnya.
Carl Rogers adalah seorang psikolog
humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prangsaka
buruk (antara klien dan trapist) dalam membatu individu mengatasi
masalah-masalah kehidupannya.
Menurut
piaget, bila anak yang berumur 3 tanun dan 12 tahun diberi bermacam-macam objek
dan disuruh membuat klasifikasi yang serupa menjadi satu, ada beberapa
kemungkinan yang terjadi.
a. Bilangan
Menurut
piaget, bila anak yang berumur 3 tanun dan 12 tahun diberi bermacam-macam objek
dan disuruh membuat klasifikasi yang serupa menjadi satu, ada beberapa
kemungkinan yang terjadi..
4.
Biodata Carl Rogers
Carl Rogers
lahirpada 8 januari 1902 di Oak Park Illinois, darikeluarga Kristen protestan
yang rajinbekerja. Padawaktu Rogers berumur 12 tahun,
keluarganyapindahkedaerahpertanian, daniasenangpadailmupertanian. Roger lulus
UniversitasVinconsinhayattahun 1924 denganbelajarilmualamdanilmuhayat. Setelah
lulus Universitas Rogers lalumasukke Union Theological Seminary di kota New
York, disituiaberkenalandenganpandangan liberal danfilsafat agama. Rogers
pindahke Teachers College of Columbia University,
dansegeraterpengaruholehajaranfilsafat John Dewey,
sertadiperkenalkanpadapsikologiklinisolehLetaHollingworth. Pada tahun 1928
Rogers memperoleh Pengertian Teori
Humanisme:
1. Menurut Carl Rogers Teori belajar
Humanisme memandang bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor internal
dirinya dan bukan oleh kondisi lingkungan ataupun pengetahuan. Menurut Teori
Humanisme adalah aktualisasi diri yang merupakan puncak perkembangan individu.
Carl Rogers menyimpulkan tujuan belajar adalah memanusiakan manusia. Proses
belajar dianggap berhasil jika peserta didik memahami lingkungannya dan dirinya
sendirigelar Master dan Aplikasi Teori
Belajar Humanisme dalam Pendidikan.
Menurut rogers(2003), dalam proses pendidikan
dibutuhkan rasa hormat yang positif, empati, dan suasana yang harmonis/tulus
untuk mencapai perkembangan yang sehat sehingga tercapai aktualisasi diri salah
satu cara untuk mendeskripsikan pendidikan humanistik adalah dengan melihat apa
yang terjadi dikelas. Kirchen baum (1975) melihat ada 5 dimensi yang terdapat
dijadikan jalan untuk menjadi kelas yang humanis.
a. Pilihan
dan kendali diri dalam hidupnya.
b. Siswa
diharapkan dengan proses menetapkan tujuan dan membuat keputusan.
c. Siswa
dapat dilatih melalui aktivitas kegiatan belajar.
d. Belajar
yang memungkinkan memiliki pilihan dan kendali dalam merancang masa depan.
e. Menetapkan
tujuan, memutuskan semua tindakan yang dilakukan, dan mempertanggung jawabkan
keputusan yang telah diperbuat.
5.
Pengertian Belajar
Skinner (1998) memberikan
definisi belajar “ Learning is a process of progressive behaviour adaptation”.
Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa belajar itu merupakan suatu
proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa sebagai akibat
dari belajar adanya sifat.
B.F. Skinner (104-1990) berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh
behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction)
dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Gaya
mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan
dikontrol guru melalui pengulangan (drill) dan latihan (exercise).
Manajemen kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi
perilaku (behavior modification) antara lain dengan penguatan (reinforcement)
yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi
imbalan pada perilaku yang tidak tepat.progresifitas, adanya tendensi kearah
yang baik dar Perilaku operan adalah perilaku yang dipancarkan secara spontan
dan bebas berbeda dengan perilaku responden dalam pengkondisian Pavlov yang
muncul karena adanya stimulus tertentu i keadaan sebelumny
b. Prinsip- prinsip belajar skinner
1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah
dibetulkan, jika benar diberi penguat.
2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
4. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
5. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Namun ini
lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman.
6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebagainya.
Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforcer.
7. Dalam pembelajaran, digunakan shaping.
1. Aplikasi Teori Skinner Terhadap
Pembelajaran
1. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis.
2. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah
dibetulkan dan jika benar diperkuat.
3. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
4. Materi pelajaran digunakan sistem modul.
5. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.
6. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
7. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman.
8. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari
pelanggaran agar tidak menghukum.
9. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah.
10. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu)
11. Tingkah laku yang diinginkan, dianalisis kecil-kecil, semakin
meningkat mencapai tujuan.
12. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan shaping.
13. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan.
14. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine.
15. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara
tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya.
Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Tugas guru
berat, administrasi kompleks.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar secara
sederhana dikatakan sebagai proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu,
terjadi dalam janga waktu tertentu. Perubahan yang terjadi itu harus secara
relative bersifat menetap (permanent) dan tidak hanya terjadi pada perilaku
yang saat ini nampak (immediate behavior) tetapi juga pada perilaku yang
mungkin terjadi dimasa mendatang(potensial behavior). Hal ini yang perlu
diperhatikan adalah bahwa perubahan-perubahan tersebut terjadi karena
pengalaman.
6. TEORI BANDURA
Albert
bandura di lahirkan di Mundare Northern Alberta Kanada,pada 04 desember
1925.pada tahun 1949 beliaumendapatpendidikan di University of British
Columbia, dalamjurusanpsikologi.diamemperolehgelar Master di
dalambidangpsikologipadatahun 1951,dan setahunkemudianiajugameraihgelarDoktor
(Ph,D).padatahun 1964 Albert Bandura di
lantiksebagaiprofesordanseterusnyamenerimaanugrah American Psychological
Association untuk Distinguished scientific contribution padatahun 1980.
a. Devinisi Belajar
Menurut kamus umum bahasa
indonesia di tulis bahwa “belajar”: berusaha memperoleh kepandaian atau
ilmu,maka belajar merupakan kegiatan atau aktivitas.belajar adalah proses penguasaan perulaku
yang di pelajari.
b. Teori
A.Bandura Tentang Belajar
Bandura (1977) menghipotesiskan bahwa baik tingkah laku (B),lingkungan
(E) dan kejadian-kejadian internal pada pembelajaran yang mempengaruhi persepsi
dan aksi (P) adalah merupakan hubungan yang saling berpengaruh (interlocking),
harapan dan nilai mempengaruhi tingkah laku.karakteristik fisik seperti ukuran,ukuran jenis kelamin dan
atribut sosial membutuhkan reaksi lingkungan yang berbeda.
Proses retensisangatpenting agar
pengkodeansimboliktingkahlakukedalam visual ataukode verbal
danpenyimpanandalammemoridapatberjalandenganbaik.lebihlanjutmenurut Bandura
penguasaanreproduksidanmotivasi,tetapijugasangatdipengaruhiolehunsur-usur yang
berasaldaridiripembelajarsendiriyakni “sense of self effcacy” dan “self
–regulatory system “.sence of self efficacyadalahkeyakinanpembelajarbahwaiadapatmenguasaipengetahuandanketerampilansesuaistandar
yang berlaku. Self regulatoryadalahmenunjukkepada:
1. Struktur
kognitif yang memberi referensi tingkah laku dan hasil belajar
2. Sub
proses kognitif yang merasakan,mengevaluasi,dan pengatur tingkah laku
kita.dalam pembelajaran sel-regulatory akan menentukan “goal setting “ dan
“self evaluation” pembelajar dan merupakan dorongan untuk meraih
prestasi belajar yang tinggi dan sebaliknya.
Makasih buat infonya... :)
BalasHapuspostingan nya membantu makasih...<_>
BalasHapus