Senin, 03 November 2014

1.      BIOGRAFI KURT LEWIN
 Kurt Lewin lahir padatanggal 9 September 1890 disuatu desa kecil di Prusia, daerah dosen. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara, Lewin menyelesaikan sekolah menengahnya di Berlin tahun 1905 kemudian ia masuk Universitas di Freiburg denganmaksudbelajarilmukedokteran, tetapiiasegeramelepaskanidenyainidansetelahsatu semester belajarpsikologipadauniversitas di sana.
a.       Menurut teori ini belajar berusaha mengatasi hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan. Kurikulum sekolah dengan segala macam tuntutannya, berupa kegiatan belajar di dalam kelas, laboratorium, di workshop, di luar sekolah, penyelesaian tugas-tugas, ujian-ulangan dan lain-lain, pada dasarnya merupakan hambatan yang harus diatasi.Menurut Lewin belajar terjadi akibat adanya perubahan struktur kognitif. Perubahan kognitif adalah hasil dari dua macam kekuatan yaitu struktur medan kognitif dan motivasi internal Menurut teori ini belajar berusaha mengatasi hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan.        
b.      Teori Medan Kurt Lewin
Menurut Kurt Lewin perilaku ditentukan oleh totalitas situasi yang melingkupi seseorang. Dalam teori medan, 'lapangan' didefinisikan sebagai the totality of coexisting facts which are conceived of as mutually interdependent (totalitas fakta-fakta yang mengiringi dan dipahami saling tergantung atau terkait satu dengan yang lainnya). Setiap individu berperilaku berbeda sesuai dengan persepsi diri dan lingkungannya bekerja.

2.      Definisi serta Sejarah Munculnya Teori Gestalt
Teorikognitifmulaiberkembangdenganlahirnyateoribelajar gestalt.Teoribelajar Gestalt (Gestalt Theory) inilahir di Jermantahun 1912 dipeloporidandikembangkanolehMerx Wertheimer (1880-1943) yang menelititentangpengamatandan problem solving, daripengamatannyaiamenyesalkanpenggunaanmetodemenghafal di sekolah, danmenghendaki agar muridbelajardenganpengertianbukanhafalanakademis. Sumbangannyadiikutioleh Kurt Koffka (1886-1941) yang menguraikansecaraterperincitentanghukum-hukumpengamatan, kemudian Wolfgang Kohler (1887-1959) yang menelititentang insight padasimpaseyaitumengenaimentalitassimpanse (ape) di pulau Canary.

a.         BilanganAplikasi Teori Gestalt dalam Proses Pembelajaran
Dalam teori Belajar Gestalt, Belajar pada hakikatnya adalah melakukan perubahan struktur kognitif. Selain pengamatan, kaum gestalt menekankan bahwa belajar pemahaman merupakan bentuk utama aliran ini. Maka dalam Proses pembelajaran dikelas harus diterapkan sesuai dengan KonsepteoriGestaltersebut..
b.         Individu memiliki satu atau sejumlah dorongan dan berusaha mengatasi hambatan untuk mencapai tujuan tersebut. Apabila individu telah berhasil mencapai tujuan, maka ia masuk ke dalam medan atau lapangan psikologisbaru yang di dalamnyaberisitujuanbarudenganhambatan-hambatan yang baru pula. Demikianseterusnyaindividukeluardarisuatumedandanmasuk ke medan psikologis berikutnya:
CiriciriutamadariteoriLewin, yaitu :
1)    Tingkahlakuadalahsuatufungsidarimedan yang adapadawaktutingkahlakuituterjadi.
2)   Analisismulaidengansituasisebagaikeseluruhandarimanabagian-bagiankomponennya  dipisahkan.
3)    Orang yang kongkretdalamsituasi yang kongkretdapatdigambarkansecaramatematis.

Psikologi Gestalt bermula pada lapangan pengamatan ( persepsi ) dan mencapai sukses yang terbesar juga dalam lapangan ini. Demonstrasinya mengenai peranan latar belakang dan organisasinya terhadap proses-proses yang diamati secara fenomenal demikian meyakinkan sehingga boleh dikatakan tidak dapat di bantah.


c.         Belajar Dalam Pandangan Teori Gestalt
Belajar pada hakikatnya adalah melakukan perubahan struktur kognitif. Selain pengamatan, kaum gestalt menekankan bahwa belajar pemahaman merupakan bentuk utama aliran ini. Kondisi pemahaman tergantung pada :
1)      Kemampuan dasar seseorang
2)      Pengalaman masa lampau yang relevan
3)      Pengaturan situasi yang dihadapi
4)      Pemahaman didahului oleh periode mencari atau coba-coba
5)      Adanya pemahaman dalam diri individu menyebabkan pemecahan masalah dapat diulang dengan mudah.
6)      Kemampuan dasar seseorang
7)      Pengalaman masa lampau yang relevan
8)      Pengaturan situasi yang dihadapi
9)      Pemahaman didahului oleh periode mencari atau coba-coba
10)  Adanya pemahaman dalam diri individu menyebabkan pemecahan masalah dapat diulang dengan mudah.
d.   Psikologi Gestalt bermula pada lapangan pengamatan ( persepsi ) dan mencapai sukses yang terbesar juga dalam lapangan ini. Demonstrasinya mengenai peranan latar belakang dan organisasinya terhadap proses-proses yang diamati secara fenomenal demikian meyakinkan sehingga boleh dikatakan tidak dapat di bantah.
     Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan teori Gestalt, guru tidak memberikan potongan-potongan atau bagian-bagian bahan ajaran, tetapi selalu satu kesatuan yang utuh. Pengamatan adalah pintu pengembangan kognitif. Beberapa hukum pengamatan dalam teori belajar gestalt adalah :

1)    Hukum Pragnanz, yang mengatakan bahwa organisasi psikologis selalu cenderung ke arah yang bermakna atau penuh arti (pragnanz)
2)    Hukum kesamaan, yang mengatakan bahwa hal-hal yang sama cenderung membentuk gestalt (keseluruhan)
3)    Hukum kecenderungan, mengatakan bahwa hal hal yang berdekatan cenderung berbentuk gestalt.
4)    Hukum ketertutupan, yang mengatakan bahwa hal-hal yang tertutup cenderung membentuk gestalt.
5)    Hukum kontinuitas, yang mengatakan bahwa hal-hal yang berkesinambungan cenderung membentuk gestalt.
6)    Hukum kedekatan, yang mengatakan bahwa yang terdekat merupakan gestal.
                                                                               
3.      BEBERAPA KONSEP DASAR PIAGET
Ada  beberapakonsep yang  perlu  dimengerti  agar  lebih mudah  memahami  teori perkembangan  kognitif  atau  teori  perkembangan  Piaget,  yaitu;
a.       Intelegensi.
Piaget  mengartikan  intelegensi  secara  lebih  luas,  juga  tidak  mendefinisikan secara  ketat.  Ia  memberikan  definis  umum yang  lebih  mengungkap  orientasi biologis. Menurutnya  intelegensi adalah suatu bentuk  ekuilibrium  kearah  mana semua struktur yang menghasilkan persepsi, kebiasaan, dan mekanisme sensiomotor diarahkan. (Piaget  dalam  DR. P. Suparno,2001:19).
b.      Organisasi.
Organisasi  adalah  suatu tendensi yang umum untuk semua bentuk kehidupan guna mengintegrasikan stuktur, baik yang psikis ataupun fisiologis dalam suatu sistem yang lebih tinggi.
c.       Organisasi  adalah  suatu tendensi yang umum untuk semua bentuk kehidupan guna mengintegrasikan stuktur, baik yang psikis ataupun fisiologis dalam suatu sistem yang lebih tinggi.
d.      Asimilasi
Asimilasi adalah proses kognitif dimana seorang mengintegrasikan persepsi, konsep atau pengalaman baru kedalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya.
e.       Akomodasi
Akomodasi adalah pembentukan skema baru atau mengubah skema lama sehingga cocok dengan rangsangan yang baru, atau memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dengan rangsangan yang ada.
f.       Ekuilibrasi
Ekuilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sedangkan diskuilibrasi adalah keadaan dimana tidak seimbangnya antara proses asimilasi dan akomodasi, ekuilibrasi dapat membuat seseorang menyatukan pengalaman luar dengan stuktur dalamnya.
Carl Rogers adalah seorang psikolog humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prangsaka buruk (antara klien dan trapist) dalam membatu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya.
Menurut piaget, bila anak yang berumur 3 tanun dan 12 tahun diberi bermacam-macam objek dan disuruh membuat klasifikasi yang serupa menjadi satu, ada beberapa kemungkinan yang terjadi.
a.    Bilangan
Menurut piaget, bila anak yang berumur 3 tanun dan 12 tahun diberi bermacam-macam objek dan disuruh membuat klasifikasi yang serupa menjadi satu, ada beberapa kemungkinan yang terjadi..

4.     Biodata Carl Rogers
   Carl Rogers lahirpada 8 januari 1902 di Oak Park Illinois, darikeluarga Kristen protestan yang rajinbekerja. Padawaktu Rogers berumur 12 tahun, keluarganyapindahkedaerahpertanian, daniasenangpadailmupertanian. Roger lulus UniversitasVinconsinhayattahun 1924 denganbelajarilmualamdanilmuhayat. Setelah lulus Universitas Rogers lalumasukke Union Theological Seminary di kota New York, disituiaberkenalandenganpandangan liberal danfilsafat agama. Rogers pindahke Teachers College of Columbia University, dansegeraterpengaruholehajaranfilsafat John Dewey, sertadiperkenalkanpadapsikologiklinisolehLetaHollingworth. Pada tahun 1928 Rogers memperoleh Pengertian Teori Humanisme:
1.      Menurut Carl Rogers Teori belajar Humanisme memandang bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor internal dirinya dan bukan oleh kondisi lingkungan ataupun pengetahuan. Menurut Teori Humanisme adalah aktualisasi diri yang merupakan puncak perkembangan individu. Carl Rogers menyimpulkan tujuan belajar adalah memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik memahami lingkungannya dan dirinya sendirigelar Master dan Aplikasi Teori Belajar Humanisme dalam Pendidikan.
Menurut rogers(2003), dalam proses pendidikan dibutuhkan rasa hormat yang positif, empati, dan suasana yang harmonis/tulus untuk mencapai perkembangan yang sehat sehingga tercapai aktualisasi diri salah satu cara untuk mendeskripsikan pendidikan humanistik adalah dengan melihat apa yang terjadi dikelas. Kirchen baum (1975) melihat ada 5 dimensi yang terdapat dijadikan jalan untuk menjadi kelas yang humanis.
a.    Pilihan dan kendali diri dalam hidupnya.
b.   Siswa diharapkan dengan proses menetapkan tujuan dan membuat keputusan.
c.    Siswa dapat dilatih melalui aktivitas kegiatan belajar.
d.   Belajar yang memungkinkan memiliki pilihan dan kendali dalam merancang masa depan.
e.    Menetapkan tujuan, memutuskan semua tindakan yang dilakukan, dan mempertanggung jawabkan keputusan yang telah diperbuat.

5.     Pengertian Belajar
Skinner (1998) memberikan definisi belajar “ Learning is a process of progressive behaviour adaptation”. Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa sebagai akibat dari belajar adanya sifat
a.  Bentuk Teori Skinner
B.F. Skinner (104-1990) berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction) dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan (drill) dan latihan (exercise).
Manajemen kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku (behavior modification) antara lain dengan penguatan (reinforcement) yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan pada perilaku yang tidak tepat.progresifitas, adanya tendensi kearah yang baik dar Perilaku operan adalah perilaku yang dipancarkan secara spontan dan bebas berbeda dengan perilaku responden dalam pengkondisian Pavlov yang muncul karena adanya stimulus tertentu i keadaan sebelumny                                                                                   
b. Prinsip- prinsip belajar skinner
1. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika benar diberi penguat.
2. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
3. Materi pelajaran, digunakan sistem modul.
4. Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
5. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Namun ini lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman.
6. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebagainya. Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforcer.
7. Dalam pembelajaran, digunakan shaping.
1.      Aplikasi Teori Skinner Terhadap Pembelajaran
1. Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis.
2. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan dan jika benar diperkuat.
3. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.
4. Materi pelajaran digunakan sistem modul.
5. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic.
6. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri.
7. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman.
8. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum.
9. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah.
10. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu)
11. Tingkah laku yang diinginkan, dianalisis kecil-kecil, semakin meningkat mencapai tujuan.
12. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan shaping.
13. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan.
14. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine.
15. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Tugas guru berat, administrasi kompleks.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar secara sederhana dikatakan sebagai proses perubahan dari belum mampu menjadi mampu, terjadi dalam janga waktu tertentu. Perubahan yang terjadi itu harus secara relative bersifat menetap (permanent) dan tidak hanya terjadi pada perilaku yang saat ini nampak (immediate behavior) tetapi juga pada perilaku yang mungkin terjadi dimasa mendatang(potensial behavior). Hal ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa perubahan-perubahan tersebut terjadi karena pengalaman.   
6.  TEORI BANDURA
Albert bandura di lahirkan di Mundare Northern Alberta Kanada,pada 04 desember 1925.pada tahun 1949 beliaumendapatpendidikan di University of British Columbia, dalamjurusanpsikologi.diamemperolehgelar Master di dalambidangpsikologipadatahun 1951,dan setahunkemudianiajugameraihgelarDoktor (Ph,D).padatahun 1964 Albert Bandura di lantiksebagaiprofesordanseterusnyamenerimaanugrah American Psychological Association untuk Distinguished scientific contribution padatahun 1980.
a.       Devinisi Belajar
Menurut kamus umum bahasa indonesia di tulis bahwa “belajar”: berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu,maka belajar merupakan kegiatan atau aktivitas.belajar adalah proses penguasaan perulaku yang di pelajari.


b.      Teori A.Bandura Tentang Belajar
Bandura (1977) menghipotesiskan bahwa baik tingkah laku (B),lingkungan (E) dan kejadian-kejadian internal pada pembelajaran yang mempengaruhi persepsi dan aksi (P) adalah merupakan hubungan yang saling berpengaruh (interlocking), harapan dan nilai mempengaruhi tingkah laku.karakteristik  fisik seperti ukuran,ukuran jenis kelamin dan atribut sosial membutuhkan reaksi lingkungan yang berbeda.
Proses retensisangatpenting agar pengkodeansimboliktingkahlakukedalam visual ataukode verbal danpenyimpanandalammemoridapatberjalandenganbaik.lebihlanjutmenurut Bandura penguasaanreproduksidanmotivasi,tetapijugasangatdipengaruhiolehunsur-usur yang berasaldaridiripembelajarsendiriyakni “sense of self effcacy” dan “self –regulatory system “.sence of self efficacyadalahkeyakinanpembelajarbahwaiadapatmenguasaipengetahuandanketerampilansesuaistandar yang berlaku. Self regulatoryadalahmenunjukkepada:
1.      Struktur kognitif yang memberi referensi tingkah laku dan hasil belajar
2.      Sub proses kognitif yang merasakan,mengevaluasi,dan pengatur tingkah laku kita.dalam pembelajaran sel-regulatory akan menentukan “goal setting “  dan  “self evaluation” pembelajar dan merupakan dorongan untuk meraih prestasi belajar yang tinggi dan sebaliknya.




2 komentar: